Senin, 20 Februari 2012

Khotbah tentang Keadilan


KHOTBAH MINGGU
Di Jemaat GMIM Karunia Sea Satu
Oleh Christofer Sumampouw

Bacaan                        : Amos 5:14-17
Tema Bulanan             : Menjunjung tinggi kehidupan dan menghargai keadilan
Tema Mingguan         : Menyatakan keadilan sebagai kesaksian hidup      

Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus
Mengacu pada pembacaan minggu berjalan ini kita di tuntun dalam kitab Amos 5:14-17 dengan tema mingguan “Menegakkan keadilan sebagai kesaksian hidup” diatas tema bulanan “Menjunjung tinggi kehidupan dan menghargai keadilan”. Amos adalah nabi dari Tekoa, yang berprofesi sebagai seorang peternak dan juga sebagai pemungut buah ara hutan. Sebagai seorang nabi Tuhan dia dipanggil oleh Tuhan untuk membela keadilan di kampong halamannya dan di kerajaan Israel Utara. Situasi ketidakadilan muncul terhadap mereka yang lemah dan miskin, sedangkan mereka yang mempunyai kekuasaan hidup mewah hasil dari penindasan orang miskin dan lemah. Akan tetapi ditengah-tengah situasi itu, orang Israel beribadah kepada Allah dan bernyanyi serta bergembira bagi Tuhan tanpa menyadari bahwa mereka bersalah dan berdosa dihadapan Allah. Akhirnya Tuhan menghukum bangsa Israel atas perbuatan yang tidak adil dalam kehidupan bersama mereka. dalam Amos 5:16-17 menjelaskan, bahwa akan ada ratapan atau tangisan kesedihan sebagai tanda penghukuman Tuhan atas bangsa Israel. Melalui Amos, Allah memakai amos untuk menjadi pembela keadilan. Berbicara Keadilan kita dapat mendefinisikan sebagai pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain keadilan pada dasarnya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara penuntutan hak dan menjalankan kewajiban. Sebagai contoh, bila kita mengakui hak hidup kita, sudah sewajarnyalah kita mempertahankan hak hidup kita dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Sebab orang lain juga mempunyai hak dan kewajiban hidup yang sama dengan kita. Berdasarkan segi etis, manusia diharapkan untuk tidak hanya menuntut hak dan melupakan atau tidak melaksanakan kewajibannya sama sekali. Sikap dan tindakan manusia yang semata-mata hanya menuntut haknya tanpa melaksanakan kewajibannya akan mengarah pada pemerasan atau perbudakan terhadap orang lain. Adil atau keadilan juga dapat berarti suatu tindakan yang tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak, memberikan sesuatu kepada orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya. Bertindak secara adil berarti mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan dan hukum yang telah ditetapkan serta tidak bertindak sewenang-wenang.
Saudara- saudara yang diberkati oleh Tuhan
Manusia dapat saja menjalankan kebenaran dan keadilan, namun sangat terbatas sekali. Kebenaran dan keadilan yang dilakukan oleh manusia tanpa Allah adalah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh manusia demi sejahteranya hidup bermasyarakat dan juga demi kepentingan diri sendiri atau harga diri sendiri. Alkitab mencatat bahwa tidak seorang pun yang benar -- yang adil dan benar, seorang pun tidak Rom 3:23 Jika di dalam diri seseorang tidak terdapat kebenaran dan keadilan, bagaimana mungkin ia dapat menjalankan kebenaran dan keadilan dengan tepat? Apa yang dilakukan oleh manusia tanpa Allah sifatnya subjektif atau berdasarkan pandangannya sendiri. Apalagi jika tindak tanduknya dapat mendatangkan keuntungan bagi dirinya atau kelompoknya. Manusia harus terlebih dahulu menerima kebenaran dan keadilan dari Allah agar dapat menjalankan hidupnya dengan benar dan adil. Adapun kebenaran dan keadilan dari Allah hanya di dapat dalam iman kepada Yesus Kristus. Keadilan yang sesuai dengan ukuran hukum manusia dan ukuran ilahi merupakan keadilan yang dapat diterima oleh manusia yang bergantung pada Kristus Rom 5:17, 18; 1Ko 1:30; 2Ko 5:21.
Banyak hakim, pengacara, dan aparat hukum yang telah diambil sumpahnya untuk menjalankan keadilan dengan benar dan menjunjung supremasi hukum. Namun ternyata, mereka tidak dapat menjalankan keadilan dengan bertanggung jawab. Apalagi posisinya mendatangkan untung yang besar bagi mereka. Fakta ini dapat dilihat dalam kenyataan hidup memperjuangkan keadilan di Indonesia juga di mana saja. Akar dari hal ini ialah karena orang-orang hukum tersebut tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah secara benar. Kebenaran tidak hanya berdasarkan benar atau salah, tetapi juga berdasarkan ada tidaknya bukti, padahal bukti-bukti sudah dilenyapkan. Keadilan itu juga tergantung dari siapa yang diadili sehingga sifatnya subjektif sekali.
Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan
Tuhan yang memanggil dan mengutus Amos adalah Tuhan yang tidak diam, Tujuan Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan keprihatinan-Nya, agar supaya keadilan dalam kehidupan bersama terus didengar dan dinyatakan . Dalam Alkitab kata "adil" paling sedikit digunakan sebanyak 154 kali. Keadilan menurut Alkitab sangat berkaitan erat dengan kebenaran dan kesucian, yang tentunya berhubungan pula dengan Tuhan. Artinya, keadilan hanya dapat dilakukan oleh seseorang apabila ia hidup dalam kebenaran dan kesucian. Sebaliknya, keadilan yang dilakukan tidak akan melanggar norma-norma kebenaran dan kesucian. Yang menjadi ukuran kebenaran adalah firman Allah dan juga hukum atau undang-undang yang dibuat yang tidak bertentangan dengan firman Allah. Yang menjadi ukuran kesucian adalah kehendak Allah. Maksudnya, apakah suatu tindakan itu tidak melanggar dan bertentangan dengan kehendak Allah. Semakin baik hubungan orang dengan Allah, semakin adil pula tindakan orang tersebut. Keadilan menurut Alkitab mengandung makna kejujuran, tidak memandang muka, membela hak orang lemah, mendatangkan perdamaian atau sejahtera, pembawaan diri dalam memperlakukan orang lain, yang semua itu akan membawa hidup damai sejahtera bagi sesama atau dalam kehidupan bermasyarakat, bagi diri sendiri di hadapan Tuhan.
Marilah kita sebagai umat memberikan posisi yang baru untuk sebuah keadilan, karena keadilan sama dengan kita menciptakan kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. Kita menyatakan keadilan menjadi kesaksian hidup kita. Dan dengan demikian kehidupan bersama dalam persekutuan dan bermasyarakat akan diberkati oleh Tuhan. Selamat melaksanakan keadilan dalam kehidupan kita. AMIN.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar