Rabu, 22 Februari 2012

Konseling Krisis bagi penemuan peran remaja di Jemaat GMIM Karunia Sea Satu


Di era post modern ini, setiap orang mengalami berbagai masalah dalam kehidupan. Seorang penghotbah terkenal dari Amerika serikat Vance Havner menuliskan dalam buku hariannya, menyimpulkan bahwa kehidupan kekristenan itu melewati 3 tahap. Pertama adalah “mountaintop days” di mana segala sesuatu berjalan dengan baik, lancar menyenangkan, dunia nampak bersinar dan serba indah. Tapi tentu saja kenyataan hidup tidak selalu demikian. Kedua, adalah “ordinary days” yaitu keadaan di mana kita hidup dalam keseharian. Di situ ada hal-hal yang menggembirakan, sekaligus ada hal-hal yang tidak menyenangkan bagaikan gelombang laut yang datang secara silih berganti. Dan yang ketiga adalah “dark days” di mana hidup ini sering kita jalani dengan susah payah, keputusasaan, keragu-raguan, ketakutan dan kecemasan[1]. Mereka yang berada pada tahap ini, merupakan proses yang dapat merubah kehidupan mereka secara menyeluruh. Manusia setiap hari diperhadapkan pada serangkaian perubahan baik itu perubahan di dalam maupun di luar diri kita. Ketika diperhadapkan pada serangkaian perubahan dalam kehidupan, tak jarang manusia merasa kehilangan kendali. Mereka menjadi bingung bahkan putus asa, tidak tahu lagi apa yang seharusnya diperbuat. Masa-masa ini sering disebut sebagai masa krisis. Jika seseorang mampu mengatasi krisis yang muncul dalam kehidupannya, maka dia akan dimampukan untuk memasuki tahapan perkembangan yang lebih tinggi. Namun jika tidak mampu, dia akan mengalami krisis yang tidak berkesudahan. Salah satu rentang usia yang paling rentan terhadap krisis adalah tahapan usia remaja.
Remaja merupakan sosok yang selalu menarik untuk diteliti. Pada tahapan usia mereka perkembangan fisik dan mental  secara drastis membawa pada perubahan yang membuat mereka bingung. Pada usia ini biasa disebut usia Adolesen (13-20 tahun) atau usia perkembangan ego. Adanya pencarian identitas diri, mencari-cari bentuk dirinya sendiri yang tepat untuk bisa diterima oleh masyarakat di sekitarnya. Seorang remaja sering mengalami kebingungan, merasakan kalau dirinya telah memiliki bentuk tubuh seperti orang dewasa tetapi cara berpikirnya masih mencari-cari bentuk kepribadian yang cocok dengan dirinya. Akibatnya terjadilah kekacauan dan berbagai konflik dalam dirinya, entah keyakinan , cita-cita, perasaan pada lawan jenis atau keberadaannya di tengah keluarga dan teman-temannya[2]. Karakter remaja yang melekat dalam diri mereka seperti kemauan berkembang, keberanian untuk bertindak sebagai pembaharu yang berbeda dari yang lain. Daya cipta, kreatifitas dan idealisme tinggi terhadap keyakinannya, keberanian ingin tampil beda, kebutuhan akan pujian dan perhatian, kekuatan fisik yang masih prima dan semangat kejujuran serta kesetiaan yang diyakininya[3] telah membuat remaja berada pada tahapan dewasa tapi seutuhnya mereka masih kanak-kanak. Dengan kata lain, pada masa remaja ini terjadi perubahan psikis yang cukup drastis antara lain perubahan peran dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
Di samping itu pengaruh teknologi dengan segala kemudahannya telah membudaya dan mengakar dalam diri mereka, sehingga dalam rangka pencarian identitas  penggunaan internet yang bebas dan tak terkendali menyebabkan gambaran diri mereka mengikuti arus yang mengakibatkan masalah-masalah remaja. Perkembangan teknologi merupakan hasil dari IQ (intelligence Quotient) atau bahasa pikiran dan PQ (Physical Quotient), sehingga di perlukan untuk dapat mengimbanginya dengan prinsip iman (SQ= Spiritual Quotient) dan prinsip hati (EQ=Emotional Quotient)[4].
Dalam lingkungan pergaulan remaja berhubungan dengan remaja yang lain, sehingga mengakibatkan timbulnya kesulitan, kurang membantu kelancaran hidup bahkan menimbulkan kegoncangan jiwa yang menghambat dan merugikan perkembangan individu yang bersangkutan[5]. Ada 3 faktor yang harus diperhatikan dalam pergaulan;
1.      Pengenalan individu lain: mengenal individu lain sebagai seorang individu yang lain dan tidak sama dengan diri kita sendiri.
2.      Pengertian terhadap individu lain: mengerti bahwa individu lain memiliki cirri khas, sifat khusus dan latar belakangnya masing-masing.
3.      Dalam pergaulan pada setiap individu perlu adanya keterbukaan diri : menerima melalui pertimbangan, apa yang di berikan oleh orang lain dalam bentuk ilmu, pendapat dan pandangan; membuka jalan pikirannya supaya dapat dimengerti oleh orang lain demi suatu kelancaran komunikasi yang baik[6].
Dari ketiga faktor inilah kita dapat melihat bahwa remaja dalam pergaulannya akan melalui proses perkembangan jati dirinya, sekaligus masalah-masalah yang akan membentuk kepribadiannya.
Sebagai masa yang penuh dengan permasalahan yang cukup kompleks dan pelik, kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat ditemukan bahwa ternyata seiring perkembangan remaja keinginan untuk mencoba-coba hal-hal baru sangat tinggi. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang canggih akses internet tanpa batasan, remaja seringkali mengakses cerita, gambar dan video yang berbau pornografi. Bahkan gaya hidup bebas yang menyimpang telah menjadikan remaja berada pada situasi hidup yang semakin rumit. Bukan hanya itu saja, komunikasi yang kurang baik dalam lingkungan keluarga (orang tua) akan banyak memberikan tekanan emosional kepada remaja.
Dalam situasi ini, diperlukan satu bentuk pelayanan yang menopang, menyembuhkan, membimbing, memperbaiki, mengasuh/memelihara. 5 Bentuk pelayanan yang dimaksud adalah pendampingan dan konseling pastoral. Pelayanan pendampingan dan konseling pastoral adalah salah satu tugas utama gereja. Konseling Pastoral adalah hubungan timbal balik (interpersonal relationship) antara hamba Tuhan sebagai konselor dengan konselinya, dalam mana konselor mencoba membimbing konseli ke dalam suatu suasana percakapan konseling yang ideal yang memungkinkan konseli itu betul-betul dapat mengenal dan mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri, persoalannya, kondisi hidupnya, di mana ia berada, dsb, sehingga ia mampu melihat tujuan hidupnya dalam relasi dan tanggung jawabnya kepada Tuhan dan mencoba mencapai tujuan itu dengan takaran, kekuatan dan kemampuan seperti yang sudah diberikan Tuhan kepadanya[7]. Melalui proses ini, diharapkan seseorang yang ditolong itu dapat memperoleh kekuatan baru dan wawasan baru untuk memahami dan jika mungkin mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Fungsi pastoral untuk memelihara, menyembuhkan, membantu, menuntun, dan mendamaikan juga adalah tanggung jawab dan kewajiban yang perlu dilaksanakan oleh gereja di mana gereja bersedia memelihara, menyembuhkan, membantu, menuntun, mendamaikan orang lain untuk meringankan penderitaan. Pendampingan dan konseling pastoral adalah sebuah tanggung jawab dan kewajiban yang tidak bisa diabaikan oleh seorang pendeta. Mengapa hal tersebut tidak boleh diabaikan? Karena bila seorang pendeta mengabaikan tanggung jawab dan kewajiban dalam pendampingan dan konseling pastoral, dampaknya akan terjadi ketimpangan dalam pelayanan serta dalam kehidupan bergereja. Pendampingan dan konseling pastoral adalah sebuah kebutuhan mengingat salah satu fungsi gereja adalah memelihara iman jemaatnya. Di sisi lain, jemaat terus mengalami perubahan pada dirinya dan lingkungan yang berujung pada krisis. Salah satu elemen gereja adalah remaja. Remaja merupakan bagian integral dari gereja yang membutuhkan pendampingan dan konseling pastoral, di mana remaja sedang mencari identitas dan perannya. Bila gereja tidak mampu mendampingi anak remaja maka bahaya yang dihadapi oleh gereja adalah gereja akan kehilangan generasi penerusnya. Jadi adalah sebuah tanggung jawab dan kewajiban gerejalah untuk mendampingi, merawat, memelihara, melindungi, dan menolong anak remaja mampu menemukan perannya baik dalam keluarga, gereja dan masyarakat. Dengan mengacu pada latar belakang permasalahan seperti apa yang dijelaskan diatas maka pada penyusunan skripsi ini, penyusun lebih memfokuskan diri dengan melihat permasalahan pada: Krisis apa saja yang dialami remaja dalam menemukan perannya? Konseling pastoral seperti apa yang bisa diharapkan untuk membantu remaja dalam menyikapi krisis yang terjadi?. Untuk menjawab pertanyaan di atas maka penyusun dalam menyusun skripsi ini memberi judul : Relevansi Konseling Krisis Bagi Penemuan Peran Remaja di jemaat GMIM Karunia Sea Satu. Adapun alasan pemilihan judul ini adalah berdasarkan realitas perkembangan tahapan manusia khususnya remaja yang mengalami kebingungan perannya atau krisis identitas Kebingungan untuk menemukan perannya itu seringkali memunculkan krisis dalam diri mereka ketika bersimpangan peran dengan orang-orang terdekat. Dalam hal ini remaja membutuhkan pertolongan serta pendampingan untuk menemukan perannya.
Dengan demikian semoga dengan tulisan ini dapat berguna bagi kita semua sebagai gereja dalam menjawab panggilan pelayanan bagi gereja kepada generasi muda dalam hal ini remaja yang mengalami krisis peran.


[1] H. Sahardjo, Konseling Krisis dan Terapi singkat, (Bandung: Pionir Jaya, 2008), hl. 87-88
[2] E. Mutiarsih, Memahami Psikologi Remaja, (Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara, 2007), hl. 14
[3] ibid, hl 17
[4] ibid, hl 46
[5] Gunarsa, Singgih D., Psikologi Muda-mudi, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), hl 36
[6] op.cit., hl 39-40
[7] Y. Susabda, Pastoral Konseling Jilid I, (Malang: Gandum Mas, 2006), hl 13

Senin, 20 Februari 2012

Khotbah tentang Keadilan


KHOTBAH MINGGU
Di Jemaat GMIM Karunia Sea Satu
Oleh Christofer Sumampouw

Bacaan                        : Amos 5:14-17
Tema Bulanan             : Menjunjung tinggi kehidupan dan menghargai keadilan
Tema Mingguan         : Menyatakan keadilan sebagai kesaksian hidup      

Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus
Mengacu pada pembacaan minggu berjalan ini kita di tuntun dalam kitab Amos 5:14-17 dengan tema mingguan “Menegakkan keadilan sebagai kesaksian hidup” diatas tema bulanan “Menjunjung tinggi kehidupan dan menghargai keadilan”. Amos adalah nabi dari Tekoa, yang berprofesi sebagai seorang peternak dan juga sebagai pemungut buah ara hutan. Sebagai seorang nabi Tuhan dia dipanggil oleh Tuhan untuk membela keadilan di kampong halamannya dan di kerajaan Israel Utara. Situasi ketidakadilan muncul terhadap mereka yang lemah dan miskin, sedangkan mereka yang mempunyai kekuasaan hidup mewah hasil dari penindasan orang miskin dan lemah. Akan tetapi ditengah-tengah situasi itu, orang Israel beribadah kepada Allah dan bernyanyi serta bergembira bagi Tuhan tanpa menyadari bahwa mereka bersalah dan berdosa dihadapan Allah. Akhirnya Tuhan menghukum bangsa Israel atas perbuatan yang tidak adil dalam kehidupan bersama mereka. dalam Amos 5:16-17 menjelaskan, bahwa akan ada ratapan atau tangisan kesedihan sebagai tanda penghukuman Tuhan atas bangsa Israel. Melalui Amos, Allah memakai amos untuk menjadi pembela keadilan. Berbicara Keadilan kita dapat mendefinisikan sebagai pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain keadilan pada dasarnya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara penuntutan hak dan menjalankan kewajiban. Sebagai contoh, bila kita mengakui hak hidup kita, sudah sewajarnyalah kita mempertahankan hak hidup kita dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Sebab orang lain juga mempunyai hak dan kewajiban hidup yang sama dengan kita. Berdasarkan segi etis, manusia diharapkan untuk tidak hanya menuntut hak dan melupakan atau tidak melaksanakan kewajibannya sama sekali. Sikap dan tindakan manusia yang semata-mata hanya menuntut haknya tanpa melaksanakan kewajibannya akan mengarah pada pemerasan atau perbudakan terhadap orang lain. Adil atau keadilan juga dapat berarti suatu tindakan yang tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak, memberikan sesuatu kepada orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya. Bertindak secara adil berarti mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan dan hukum yang telah ditetapkan serta tidak bertindak sewenang-wenang.
Saudara- saudara yang diberkati oleh Tuhan
Manusia dapat saja menjalankan kebenaran dan keadilan, namun sangat terbatas sekali. Kebenaran dan keadilan yang dilakukan oleh manusia tanpa Allah adalah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh manusia demi sejahteranya hidup bermasyarakat dan juga demi kepentingan diri sendiri atau harga diri sendiri. Alkitab mencatat bahwa tidak seorang pun yang benar -- yang adil dan benar, seorang pun tidak Rom 3:23 Jika di dalam diri seseorang tidak terdapat kebenaran dan keadilan, bagaimana mungkin ia dapat menjalankan kebenaran dan keadilan dengan tepat? Apa yang dilakukan oleh manusia tanpa Allah sifatnya subjektif atau berdasarkan pandangannya sendiri. Apalagi jika tindak tanduknya dapat mendatangkan keuntungan bagi dirinya atau kelompoknya. Manusia harus terlebih dahulu menerima kebenaran dan keadilan dari Allah agar dapat menjalankan hidupnya dengan benar dan adil. Adapun kebenaran dan keadilan dari Allah hanya di dapat dalam iman kepada Yesus Kristus. Keadilan yang sesuai dengan ukuran hukum manusia dan ukuran ilahi merupakan keadilan yang dapat diterima oleh manusia yang bergantung pada Kristus Rom 5:17, 18; 1Ko 1:30; 2Ko 5:21.
Banyak hakim, pengacara, dan aparat hukum yang telah diambil sumpahnya untuk menjalankan keadilan dengan benar dan menjunjung supremasi hukum. Namun ternyata, mereka tidak dapat menjalankan keadilan dengan bertanggung jawab. Apalagi posisinya mendatangkan untung yang besar bagi mereka. Fakta ini dapat dilihat dalam kenyataan hidup memperjuangkan keadilan di Indonesia juga di mana saja. Akar dari hal ini ialah karena orang-orang hukum tersebut tidak memiliki hubungan pribadi dengan Allah secara benar. Kebenaran tidak hanya berdasarkan benar atau salah, tetapi juga berdasarkan ada tidaknya bukti, padahal bukti-bukti sudah dilenyapkan. Keadilan itu juga tergantung dari siapa yang diadili sehingga sifatnya subjektif sekali.
Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan
Tuhan yang memanggil dan mengutus Amos adalah Tuhan yang tidak diam, Tujuan Tuhan memakai Amos untuk menyampaikan keprihatinan-Nya, agar supaya keadilan dalam kehidupan bersama terus didengar dan dinyatakan . Dalam Alkitab kata "adil" paling sedikit digunakan sebanyak 154 kali. Keadilan menurut Alkitab sangat berkaitan erat dengan kebenaran dan kesucian, yang tentunya berhubungan pula dengan Tuhan. Artinya, keadilan hanya dapat dilakukan oleh seseorang apabila ia hidup dalam kebenaran dan kesucian. Sebaliknya, keadilan yang dilakukan tidak akan melanggar norma-norma kebenaran dan kesucian. Yang menjadi ukuran kebenaran adalah firman Allah dan juga hukum atau undang-undang yang dibuat yang tidak bertentangan dengan firman Allah. Yang menjadi ukuran kesucian adalah kehendak Allah. Maksudnya, apakah suatu tindakan itu tidak melanggar dan bertentangan dengan kehendak Allah. Semakin baik hubungan orang dengan Allah, semakin adil pula tindakan orang tersebut. Keadilan menurut Alkitab mengandung makna kejujuran, tidak memandang muka, membela hak orang lemah, mendatangkan perdamaian atau sejahtera, pembawaan diri dalam memperlakukan orang lain, yang semua itu akan membawa hidup damai sejahtera bagi sesama atau dalam kehidupan bermasyarakat, bagi diri sendiri di hadapan Tuhan.
Marilah kita sebagai umat memberikan posisi yang baru untuk sebuah keadilan, karena keadilan sama dengan kita menciptakan kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. Kita menyatakan keadilan menjadi kesaksian hidup kita. Dan dengan demikian kehidupan bersama dalam persekutuan dan bermasyarakat akan diberkati oleh Tuhan. Selamat melaksanakan keadilan dalam kehidupan kita. AMIN.


Minggu, 01 Januari 2012

Impianku menjadi nyata


TEMUKAN JALAN HIDUPKU
ADALAH KASIH KARUNIA-MU
TAK PERNAH KU TAHU
NANTI ‘KAN BERTEMU
ALLAH YANG BAIK SEPERTI-MU
REFF :
NIKMATI SEMUA KEMURAHAN-MU
APALAGI YANG PERLU KU PINTA
RASAKAN KASIH-MU, S’KARANG KU TAHU
IMPIANKU MENJADI NYATA

Tahun 2012 adalah perjalanan yang baru dalam hidupku bersama Yesus, walaupun saya tidak tahu apa yang akan menghadang dlm perjalananku. Aku telah menemukan jalan hidupku, hanya menjadikan itu nyata dan berdampak dalam hubunganku dengan Yesus. Dia telah melepaskan aku dari dosa dan memberi pengampunan yang tiada batasnya untuk orang berdosa ini. Dia hanya memintaku untuk "Percaya", aku hanya dapat mengandalkan Dia dan terus bergantung sebagaimana seorang anak membutuhkan ayah begitu pula ketergantungan diriku pada perlindungan-Nya.
Aku telah membuang semua dosaku dan meninggalkannya, karena aku telah menyadari bahwa semua hal yang menjadi masa laluku adalah sia-sia dan tak berarti.
Dahulu Engkau pernah menyelamatkanku itu karena aku belum memahami kasih karunia-Mu, kini mataku telah terbuka untuk mengalami kasih karunia-Mu. Aku yakin bahwa Kau pasti dapat menyelamatkan aku.
Aku mengandalkanMu sampai kapanpun.


Minggu, 11 Desember 2011

Tata Ibadah menurut Mazmur 103


(Ini adalah contoh tata ibadah minggu ketika saya memimpin Ibadah di jemaat GMIM Eben Haezer Lompad)


TATA IBADAH KREATIF
Di Jemaat GMIM Eben Haezer Lompad
Wilayah Ranoiapo
Menurut Mazmur 103
Minggu, 7 Agustus 2011


PERSIAPAN
Seorang Syamas          : Marilah kita bersorak sorai untuk Tuhan, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Sebab Tuhan adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.

Menyanyi bersama “Tiap Langkahku”
Tiap Langkahku, di atur oleh Tuhan
Dan tangan kasih-Nya, memimpinku
Di tengah g’lombang dunia menakutkan
Hatiku tetap tenang teduh
Reef     Tiap langkahku, ku tahu Tuhan yang pimpin
            Ke tempat tinggi ku di hentar-Nya
            Hingga sekali nanti aku tiba, di rumah Bapa surga yang baka
                                                                                                   

TAHBISAN (berdiri)
P          Pujilah Tuhan hai jiwaku!
J           Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
P          Pujilah Tuhan hai jiwaku
J           Dan janganlah lupakan segala kebaikannya!

Menyanyi bersama “menyenangkan-Mu”
Tuhan ku mau menyenangkan-Mu Tuhan bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormat-Mu, cemerlang bagai emas murni
Reef     Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu hanya itu kerinduanku
            Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu hanya itu kerinduanku

PENGAKUAN DOSA (Duduk)
P          Dia yang mengampuni segala kesalahanmu
J           Yang menyembuhkan segala penyakitmu
P          Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur
J           Yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat

Menyanyi bersama “Yang terutama”
Yang terutama di dalam hidup ini, meninggikan nama Yesus
Yang terutama di dalam hidup ini, memuliakan nama-Nya                    2x
Haleluyah, haleluyah, saya mau cinta Yesus


PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
P             Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan
J              Sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali
P             : Marilah kita membuka Alkitab dalam Yesaya 43:11

Menyanyi bersama “El Shadai”
Tak usah ku takut Allah menjagaku
Tak usah ku bimbang, Yesus pliharaku
Tak usaha kususah, roh kudus hiburku
Tak usah ku cemas, Dia memberkatiku
Reef      El shadai, El shadai
                Allah maha kuasa
Dia besar, dia besar
El Shadai mulia
El shadai, El Shadai
Allah maha kuasa
Berkat-Nya melimpah, El shadai

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
P             Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang di peras. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatannya kepada orang Israel. Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, tidak selalu Ia menutut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak di lakukan-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besar kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh timur dari barat demikian di jauhkannya dari pada kita pelanggaran kita, seperti bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikianlah Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan dia
J              Sebab Dia sendiri tahu apa kita. Dia ingat bahwa kita ini debu
P             Marilah berdoa…


PELAYANAN FIRMAN
1 Korintus 8:1-13
Puji-pujian
Khotbah
Puji-pujian

PERSEMBAHAN SYUKUR
P             Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput
J              Seperti bunga di padang, demikianlah ia berbunga
P             Apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia
J              Dan tempatnya tidak mengenalnya lagi
P             Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamnya atas orang-orang yang takut akan dia
J              Dan keadilan-Nya bagi anak cucu
P             Bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
J              Dan ingat untuk melakukan titah-Nya



Sambil persembahan di jalankan menyanyi bersama “Hidup rukun dan damai”
Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai
Di dalam persaudaraan bagai minyak yang harum
Reef      Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai
Ibarat embun yang segar pada pagi yang cerah
Laksana anggur yang lezat Kau pemuas dahaga (back to Reef)
                Begitulah berkat Tuhan dengan berlimpah ruah
                Turun ke atas mereka kini dan selamanya (back to reef)

DOA UMUM

PUJI-PUJIAN DAN BERKAT (berdiri)
Menyanyi bersama “Tak pernah Tuhan Janji”
Tak pernah Tuhan janji, hidupku takkan berduri
Tak pernah Dia berjanji kan selalu sertaku
Dan menuntun jalan hidupku s’lalu
                Janjinya Dia atur langkahku
                Janjinya Dia pegang tanganku
                Ku bersyukur Tuhan s’lalu p’liharaku
Ku tahu satu kali awan gelap kan berlalu
Sang surya bersinar dengan megah
Dan bulan dan bintang menampakkan wajah-Nya
Haleluyah Tuhan puaskan jiwaku

P             Tuhan sudah menegakkan tahta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu-Nya
J              Pujilah Tuhan, Hai malaikat-malaikatnya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya
P             Pujilah Tuhan hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya
J              Pujilah Tuhan hai segala buatan tangan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya
P+J       Pujilah Tuhan hai jiwaku
Semua:Amin…amin…amin…


Saat Teduh




























Created by:I-Tho’x